PERATURAN

MENTERI NEGARA KOPERASI

DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH

REPUBLIK INDONESIA

 

 

 

 

NOMOR : 22/PER/M.KUKM/IV/2007

 

 

 

 

 

 

 

 

TENTANG

PEDOMAN PEMERINGKATAN KOPERASI

 

 

 

MENTERI NEGARA KOPERASI

DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH

REPUBLIK INDONESIA

 

 

Menimbang

:

a.

bahwa pengukuran kinerja koperasi yang selama ini dilakukandengan system klasifikasi belum dapat meningkatkan kepercayaan pihak terkait terhadap koperasi, sehingga diperlukan penyempurnaan pengukuran kinerja koperasi secara lebih menyeluruh, transparan dan obyektif yang diselenggarakan oleh lembaga independent;

 

 

 

 

 

 

b.

bahwa dalam rangka menyempurnakan pengukuran kinerja koperasi sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu penyesuaian penilaian dengan sistim pemeringkatan koperasi;

 

 

 

 

 

 

c.

bahwa untuk melaksanakan tujuan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah tentang pedoman pemeringkatan koperasi.

 

 

 

 

Mengingat

:

1.

Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian (Lembaran Negara RI Tahun 1992 Nomor 116, Tambahan Lembaran  Negara Nomor 3502);

 

 

 

 

 

 

2.

Peraturan pemerintah Nomor 9 Tahun 1995 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam oleh Koperasi;

 

 

 

 

 

 

3.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 62 Tahun 2005 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata kerja Kementerian Negara Republik Indonesia;

 

 

 

 

 

 

4.

Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 1998 tentang Peningkatan Pembinaan dan Pengembangan Koperasi;

 

 

 

 

 

 

5.

Keputusan Menteri Koperasi dan Pengusaha Kecil Menengah Nomor 194/KEP/M/IX/1998 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penilaian Kesehatan Koperasi Simpan Pinjam dan Unit Simpan Pinjam.

 

 

 

 

 

 

6.

Keputusan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Usaha Menengah Nomor 70/KEP/MENEG/XII/2001 tanggal 10 Desember 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia;

 

                                 

MEMUTUSKAN

 

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI NEGARA KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH TENTANG PEDOMAN PEMERINGKATAN KOPERASI

 

 

 

BAB 1

KETENTUAN UMUM

 

Bagian Kesatu

Pengertian

 

Pasal 1

 

 

Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan :

 

1.          Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.

 

2.          Perkoperasian adalah segala sesuatu yang menyangkut kehidupan koperasi.

 

3.          Koperasi Primer adalah koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan orang-seorang, sebagaimana diatur dalam perundang – undangan tentang perkoperasian.

 

4.          Koperasi Sekunder adalah koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan koperasi.

 

5.          Pemeringkatan Koperasi adalah suatu kegiatan penilaian terhadap kondisi dan atau kinerna koperasi melalui system pengukuran yang obyektif dan transparan dengan kriteria dan persyaratan tertentu yang dapat menggambarkan tingkat kualitas dari suatu koperasi.

 

6.         Koperasi Berkualitas adalah koperasi sebagai badan usaha yang dicirikan oleh prinsip–prinsip kohesivitas dan partisipasi anggota yang kuat dengan kinerja usaha yang semakin sehat dan berorientasi kepada usaha anggota serta memiliki kepedulian sosial.

 

  

Bagian Kedua

Tujuan

 

Pasal 2

 

Tujuan pemeringkatan koperasi adalah :

 

  1. mengetahui kinerja koperasi dalam suatu periode tertentu

 

  1. menetapkan peringkat kualifikasi koperasi

 

  1. mendorong koperasi agar menerapkan prinsip – prinsip koperasi dan kaidah bisnis yang sehat.

 

 

 

BAB II

MEKANISASI PEMERINGKATAN KOPERASI

 

Bagian Kesatu

Ruang Lingkup Pemeringkatan

 

Pasal 3

 

 

Ruang lingkup pelaksanaan pemeringkatan koperasi dilakukan dengan mekanisme sebagai berikut :

 

  1. melakukan penggalian data;

 

  1. melakukan pengolahan data;

 

  1. menyiapkan lembar hasil pemeringkatan.

 

 

Bagian Kedua

Penilaian

 

Pasal 4

 

 

(1)       Pelaksanaan pemeringkatan koperasi didasarkan kepada penilaian terhadap 6 (enam) aspek koperasi berkualitas, yang terdiri dari :

 

a.      Aspek Badan Usaha Aktif, ditunjukan dengan berjalannya mekanisme manajemen koperasi, seperti rapat anggota tahunan (RAT), audit, proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan, aktivitas bisnis berjalan, dan ketaatan terhadap peraturan perundangan yang berlaku.

 

b.     Aspek Kinerja Usaha Yang Semakin Sehat, ditunjukkan dengan membaiknya struktur permodalan, kondisi kemampuan penyediaan dana, penambahan asset, peningkatan volume usaha, peningkatan kapasitas produksi, dan peningkatan keuntungan.

 

c.      Aspek Kohesivitas dan Partisipasi Anggota. Ditunjukkan dengan keterikatan anggota terhadap anggota lain maupun terhadap organisasi, dalam hal rasa tanggung renteng atau kemauan untuk berbagai resiko (risk sharing) tingkat pemanfaatan pelayanan koperasi, serta ukuran – ukuran kuantitatif lainnya, seperti rasio peningkatan jumlah anggota, prosentse kehadiran dalam rapat anggota, prosentase pelunasan simpanan wajib, dan prosentase besaran simpanan sukarela.

 

d.     Aspek Orientasi kepada Pelayanan Anggota, ditunjukkan dengan beberapa hal, seperti keterikatan antara usaha koperasi dengan usaha anggota, kegiatan penerangan dan penyuluhan terkait dengan usaha anggota, kegiatan pendidikan dan pelatihan bagi anggota serta besaran transaksi usaha yang dilakukan antara koperasi dengan usaha anggotanya.

 

e.      Aspek Pelayanan kepada Masyarakat, ditunjukkan dengan seberapa jauh usaha yang ditunjukkan dengan seberapa jauh usaha yang dijalankan koperasi dapat menyerap tenaga kerja setempat serta seberapa banyak jumlah layanan koperasi yang dapat dinikmati oleh masyarakat umum termasuk peran koperasi ikut mereduksi kemiskinan masyarakat setempat.

 

f.        Aspek Kontribusi terhadap Pembangunan Daerah, ditunjukkan dengan ketaatan koperasi sebagai wajib pajak dalam membayar pajak serta berbagai bentuk dukungan sumberdaya terhadap kegiatan pembangunan daerah.

 

(2)       Pelaksanaan pemeringkatan koperasi sebagaimana dimaksud ayat (1) menggunakan kriteria dan indicator sebagaimana tercantum dalam lampiran peraturan ini.

 

Bagian Ketiga

Lembaga Penilaian Pemeringkatan Koperasi

 

Pasal 5

 

 

(1)       Pelaksanaan pemeringkatan koperasi adalah Lembaga Independen yang memiliki kompetensi dan profesionalisme di bidangnya.

 

(2)       Penetapan Lembaga Independen sebagaimana dimaksud ayat (1) berdasarkan Keputusan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.

 

  

BAB III

PERSYARATAN KOPERASI

 

Pasal 6

 

 

Pemeringkatan koperasi dilaksanakan bagi koperasi yang memenuhi syarat sebagai berikut :

 

  1. Koperasi Primer atau Koperasi Sekunder

 

  1. Berbadan hukum minimal 1 (satu) tahun

 

  1. Telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT)

 

 

BAB IV

PENETAPAN HASIL PEMERINGKATAN

 

Pasal 7

 

Penetapan hasil pemeringkatan koperasi dilaksanakan dengan tata cara sebagi berikut :

 

  1. Keputusan hasil pemeringkatan koperasi untuk Tingkat Nasional ditetapkan oleh Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.

 

  1. Keputusan hasil pemeringkatan koperasi untuk Tingkat Propinsi ditetapkan oleh Gubernur.

 

  1. Keputusan hasil pemeringkatan koperasi untuk Tingkat Kabupaten / Kota ditetapkan oleh Bupati / Walikota.

 

 

Pasal 8

 

Hasil pemeringkatan koperasi ditetapkan dalam 5 (lima) klasifikasi kualitas :

 

  1. Koperasi dengan kualifikasi “ Sangat Berkualitas “, dengan jumlah penilaian diatas 419.

 

  1. Koperasi dengan kualifikasi “ Berkualitas “, dengan jumlah penilaian 340 sampai dengan 419.

 

  1. Koperasi dengan kualifikasi “ Cukup Berkualitas “, dengan jumlah penilaian 260 sampai dengan 339.

 

  1. Koperasi dengan kualifikasi “ Kurang Berkualitas “, dengan jumlah penilaian 180 sampai dengan 259.

 

  1. Koperasi dengan kualifikasi “ Tidak Berkualitas “, dengan jumlah penilaian kurang dari 180.

 

 

Pasal 9

 

Keputusan Hasil Pemeringkatan Koperasi bersifat final dan berlaku untuk satu periode tertentu dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun.

 

 

BAB V

KETENTUAN PERALIHAN

 

Pasal 10

 

Dengan dikeluarkannya peraturan ini, maka Keputusan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Nomor 129/KEP/M.KUKM/XI/2002 tanggal 29 Nopember 2002 tentang Pedoman Klasifikasi Koperasi dan seluruh peraturan  pelaksanaannya dinyatakan tidak berlaku lagi.

 

 

 

BAB VI

PENUTUP

 

Pasal 11

 

Peraturan ini berlaku pada tanggal ditetapkan.

 

                                                           

 

                                                            Ditetapkan di                         J a k a r t a

                                                            Pada tanggal             16 April 2007

                       

 

                                                                        Menteri Negara

 

 

 

 

 

                                                                        Suryadharma Ali