MITRA USAHA KECIL DAN MENENGAH MENCAPAI SUKSES

Oleh : Krisni Murti

   

PENDAHULUAN

  1. UKM merupakan pemain utama dalam kegiatan ekonomi Indonesia. Masa depan pembangunan terletak pada kemampuan UKM untuk berkembang mandiri
  2. Kontribusi UKM pada GDP Indonesia (Survey 1999) sekitar 60% dengan rincian 42% merupakan kontribusi UK & Mikro dan 18% merupakan kontribusi usaha menengah
  3. Era Otonomi daerah meruapkan peluang bagi UKM untuk dapat maju dan berkembang
  4. BUMN sebagai agent of development mempunyai kewajiban dalam pemberdayaan UKM

 KENDALA UKM

  1. Kesulitan permodalan, UKM kurang mampu mengembangkan usahanya
  2. Kesulitan dalam informasi dan pemasaran (domestik & ekspor)
  3. Keterbatasan dalam teknik produksi dan manajemen
  4. Keterbatasan skill tenaga kerja

 TANTANGAN UKM

  1. Peluang pasar yang makin terbuka
  2. Masuknya teknologi produksi baru, efisiensi dan produktifitas
  3. Munculnya pemain bisni baru, persaingan semakin ketat

 TUJUAN KERJASAMA

  1. Terjadinya sinergi pembinaan antar insatansi terkait
  2. Pembinaan fokus kepada UKM potensial secara individual atau cluster
  3. Pengembangan informasi dan pemasaran
  4. Seleksi dan monitoring dana pinjaman
  5. Pelatihan sumberdaya manusia / pendampingan

 PENGALAMAN YDBA

  1. Pembinaan UKM dilakukan secara langsung melalui pelatihan, pendampingan, promosi (offline atau online), pengembangan pasar, fasilitas perkuatan modal, dll
  2. Pengembangan Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) di beberapa daerah sentra UKM bertujuan untuk pembinaan dan pengembangan UKM Potensial
  3. Pengembangan kemitraan usaha antar UKM dengan perusahaan Astra Group maupun BUMN/S lainnya
  4. Project Leader untuk community development program di PT Berau Coal Mining
  5. Setup program pengembangan bengkel umum otomotive

I.                    COMMUNITY DEVELOPMENT (PENGEMBANGAN MASYARAKAT SEKITAR LOKASI BUMN)

            KONSEP COMMUNITY DEVELOPMENT MASYARAKAT SEKITAR LOKASI BUMN

a.       Latar Belakang

·  Kebutuhan dari masyarakat  (demand oriented development) yang sarat dengan muatan lokal yang spesifik

·  Arus reformasi dan terjadinya krisis di segala bidang telah menimbulkan implikasi yang serius terhadap sendi-sendi kehidupan masyarakat

·  Kepedulian BUMN dalam penanganan community development untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat

 b.      Tujuan Community Development (Pengembangan Masyarakat)

·  Adanya jalinan kemitraan yang positif secara intern dan ekstern

·  Keswadayaan masyarakat

·  Pemeberdayaan ekonomi di sekitar perusahaan dengan bertitik tolak pada potensi yang ada dan dukunganlembaga / instansi terkait secara sinergi

 c.       Prinsip Dasar Pembinaan

Prinsip dasar pembinaan adsalah membangun swadaya dan wawasan komersil masyarakat yang didasarkan pada masalah, kebutuhan, aspirasi dan potensial masyarakat yang dibina melalui pendekatan kelompok swadfaya masyarakat.

 d.      Pola Pendekatan

Untuk mencapai sasaran yang ditargetkan, maka dilakukan pendekatan-pendekatan :

·  Pendekatan Pendampingan Community Development Officer / CDO

·  Pendekatan tokoh agama (toga) dan tokoh masyarakat (toma)

·  Pendekatan kelembagaan

·  Pendekatan kegiatan usaha

·  Pendekatan dana bergulir

·  Pendekatan kerjasama dengan BUMN dan BUMS

·  Pendekatan instansi pemerintah

e.       Metode Pembinaan

Metode yang dilakukan dalam pembinaan pengembangan KSM ini adalah pelatihan dan kunjungan (LAKU), bimbingan dan konsultasi (BIKONSUL), pengembangan usaha dan penyaluran dana bergulir 

f.        Ruang Lingkup Kegiatan

·  Identifikasi masalah dan desain program

·  Organisasi dan penyiapan program

·  Sosialisasi program (intern & ekstern)

·  Implementasi program

·  Networking / koordinasi / sinergi dengan lembaga / instansi terkait

·  Pengembangan kelompok swadaya masyarakat

·  Perintisan dan pengembangan usaha

 

 

 II.                 FASILITAS PERMODALAN DAN PASAR

III.               PELATIHAN DAN KONSULTASI

 

  PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN COMPETENCY ASTRA

1.      Bidang Manufaktur

a.       Basic Mentality & 5K – 2S

b.      Teknologi Pengelasan Plat Tebal & Plat Tipis

c.       Teknologi Dies

d.      Manajemen Produksi

e.       PPIC

f.        Gambar Teknik

           2.      Bidang Perbengkelan Roda – 2 dan Roda – 4

a.       Manajemen Bengkel

b.      Mekanik Dasar

c.       Elektrikal

d.      Estimasi Body Repair

           3.      Bidang Non – Manufaktur

a.       Penyusunan dan Analisa Laporan Keuangan

b.      Perencanaan Usaha

c.       Proposal Usaha

d.      Simpan Pinjam

e.       Teknologi Informasi

f.        Desain dan Pengembangan Produk

 

4.      Perluasan Pasar     

a.       Promosi dan Pameran

b.      Pengembangan kemitraan

c.       Prosedur Ekspor

d.      Kesiapan Ekspor

 

IV.              LEMBAGA PENGEMBANGAN BISNIS

1. Pengertian

a.       Pengertian LPB

·        Sebuah usaha spesialisasi pendampingan UKM

·        Berorientasi pasar

·        Mandiri dan berbadan hukum

·        Keberhasilan ditentukan oleh keberhasilan orang-orang yang mengelolanya

·        Berorientasi pada perolehan laba

                  b.      Pokok Kegiatan LPB

·        Identifikasi / seleksi UKM potensial

·        Identifikasi kebutuhan UKM

·        Fasilitas penguatan permodalan (Bank Mandiri)

·        Pelatihan / pendampingan UKM

·        Layanan informasi usaha yang dibutuhkan UKM dan lembaga lain

·        Monitoring & evaluasi UKM

2. Ruang Lingkup Kegiatan

    1. Penyiapan Tempat

·        Kantor meliputi : ruang kerja, ruang konsultasi, perpustakaan, dan ruang display produk UKM

·        Fasilitas kantor : komputer, telepon, fax, website, internet, dll

·        Fasilitas transportasi LPB (1 mobil, 7 sepeda motor)

·        Sumberdaya manusia : 1 orang manajer, 2 orang tenaga ahli, (legal & financial; market development & information technology), 3 orang fasilitat (pemantauan & pengembangan UKM) dan 1 orang tenaga administrasi  

    1. Pengembangan program / kegiatan

·        Pembinaan dan pengembangan UKM

·        Menseleksi UKM potensial

·        Mengidentifikasi kebutuhan pembinaan UKM

·        Melakukan pelatihan / pendampingan rutin sesuai kebutuhan UKM

·        Melakukan kegiatan temu usaha

·        Monitoring & evaluasi perkembangan UKM

·        Penjejangan UKM potensial – keunggulan

·        Pelepasan UKM unggulan

3. Pemilihan Lokasi

Pertimbangan yang diperlukan dalam pemilihan tempat :

·        Berada di sentra UKM

·        Mudah dujangkau UKM calon binaan

·        Mudah melakukan calon binaan

·        Mudah melakukan koordinasi dengan instansi / lembaga terkait

·        Mudah untuk mendapatkan sarana pendukung (listrik, perlengkapan kantor)

                      c.       Struktur Organisasi

 

 

 

           

BIAYA PEMBINAAN

  1. Pemetaan UKM potensi, 1 paket …………………………… Rp                   50.000,-.
  2. Community Development, 1 paket  ………………………… Rp                   650.000,-.
  3. Technical Assistance :

a. Training dan dampingan, 10 paket @ Rp. 10.000.000 …...  Rp           100.000.000,-.

b. Fasilitas Pembiayaan, 1 paket …………………………….  Rp        50.000.000,-.

c. Pembinaan Pasar, 1 paket …………………………………  Rp        50.000.000,-.

  1. Pengembangan LPB, 1 paket ………………………………..  Rp       500.000.000,-.

TOTAL ……………………………………………………………… Rp   1.400.000.000,-.