Kajian Peranan Manajer Dalam Koperasi

 

 

ABSTRAK

Koperasi sebagai salah pelaku ekonomi nasional yang memiliki misi sebagai stabilisator ekonomi disamping sebagai agen pembangunan dan mendapatkan keuntungan dituntut unntuk tanggap dan mampu bermain dalam kondisi persaingan dewasa ini. Agar tetap survive, dalam tataran operasional, Koperasi dituntut untuk memanfaatkan sumberdaya yang tersedia untuk mencapai tingkat operasi yang efektif. Untuk menjalan dua fungsi tersebut, dibutuhkan manajemen dan organisasi yang baik. Baik-buruknya manajemen dan organisasi koperasi sangat ditentukan oleh efektivitas organisasinya.

Hal yang paling penting untuk mengembangkan koperasi dimasa mendatang adalah memperkuat kemampuan sumberdaya manusia (SDM) untuk menjalankan koperasi sesuai prinsipnya. Manajer koperasi mempunyai peranan yang terkait dengan proses kepemimpinan di koperasi. SEorang manajer koperasi sudah sepantasnya memiliki kompetensi yang sesuai dengan tugas dan pekerjaan yang diembannya. Hal ini menjadi sangat penting karena pada dasarnya seorang manajer mempunyai fungsi dan peranan yang sangat penting untuk membawa keberhasilan pada organisasi atau perusahaan yang dipimpinnya. Kompetensi manajer tersebut meliputi (1) Semangat untuk berprestasi dan aksi, (2) Kemampuan pelayanan, (3) Kemampuan mempengaruhi orang lain, (4) Kemampuan Manajerial, (5) Daya Pikir, dan (6) Efektivitas individu.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran karakteristik kompentensi manajer di Jawa Barat, gambaran kinerja organisasi Koperasi di Jawa Barat dan dapat menganalisis peranan manajer koperasi baik secara parsial maupun simultan dalam meningkatkan kinerja organisasi koperasi.

Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan verifikatif dengan metode penelitian descriptive survey dan explanatory survey. Data diperoleh melalui kuesioner, wawancara dan observasi di lapangan. Hasil pengumpulan data dengan sumber data primer, diperoleh jumlah sample sebesar 126 sampel yang diberikan kepada pengurus koperasi untuk menilai kompetensi manajer dan kinerja koperasinya masing-masing. Metode analisis yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis).

Hasil penelitian menunjukan ternyata kompetensi manajer berpengaruh besar terhadap kinerja koperasi, yaitu sebesar 84.42%. Jika dilihat secara individu, maka sub variable yang paling besar pengaruhnya adalah kemampuan manajerial (X4) yaitu sebesar 24.01% sedangkan sub variable yang paling kecil pengaruhnya adalah Daya Pikir (X5) yaitu sebesar 7.59%.

Dengan melihat besarnya peranan manajer dalam meningkatkan kinerja koperasi maka sebaiknya (1) Koperasi harus berani mengangkat manajer profesional yang dapat mengembangkan bisnis sekaligus prinsip koperasi, (2) bagi koperasi-koperasi yang sudah memiliki manajer, manajer tersebut dituntut untuk meningkatkan kemampuan manajerialnya. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara mengikuti pelatihan serta diklat-diklat manajerial. (3) Pemerintah Daerah malalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Propinsi Jawa Barat sebaiknya menjalin kerjasama dengan institusi perguruan tinggi agar dapat memanfaatkan para sarjana alumninya untuk menjadi seorang manajer koperasi. (4) Pemerintah Daerah harus mendorong para manajer untukmemberdayakan asosiasi atau ikatan manajer koperasi agar menjadi kumpulan untuk meningkatkan profesionalitas manajer koperasi.

 

 

Informasi Lebih Lengkap,  Anda dapat menghubungi :

Kantor Dinas Koperasi dan UKM Propinsi Jawa Barat,

Jl. Soekarno Hatta No. 705, Bandung

Telp : (022) 7302771, 7331978, 7320913