|
Evaluasi Perkembangan Sentra Komoditas Unggulan
|
|||
PENDAHULUAN |
|||
|
Data menunjukkan bahwa secara social ekonomis, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) di Jawa Barat yang tangguh. Mengacu kepada berbagai kebijakan, Dinas Koperasi dan UKM Propinsi Jawa Barat, sesuai dengan PP No.25 Tahun 2000, mempunyai kewenangan “Penyediaan dukungan Pengembangan Koperasi” telah menetapkan serangkaian Visi, Misi,Kebijakan, Program dan Kegiatan (yang tertuang dalam RENSTRA Dinas koperasi dan UKM Propinsi Jawa Barat Tahun 2001-2005). Salah satu upaya terobosan yang dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UKM dalam rangka percepatan pembangunan KUKM di Jawa Barat adalah pendukungan KUKM dengan pendekatan sentra komoditas unggulan. Hal ini juga selaras dengan program dari Kantor Kementerian Koperasi dan UKM RI, dimana diharapkan KUKM yang terdapat di Sentra-sentra komoditas unggulan yang diberikan perkuatan dan pendukungan, dapat berkembang aktivitas perekonomiannya sehingga mampu menjadi pusat-pusat pertumbuhan, yang akan mempunyai multiplier effect kepada wilayah-wilayah lain di sekitarnya. Secara bertahap telah dilakukan pendukungan dan perkuatan pada KUKM di sentra-sentra komoditas unggulan. Sampai dengan tahun 2004 tercatat sebanyak 130 (seratus tiga puluh) sentra komoditas unggulan yang tersebar di 25 kabupaten/Kota se-Jawa Barat, yang terdiri dari berbagai komoditas unggulan baik di sector pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, industri kerajinan, pertambangan, dll. Selanjutnya agar pendukungan, pemberdayaan dan fasilitas yang telah dilaksanakan baik oleh Dinas Koperasi dan UKM Propinsi Jawa Barat maupun Kementerian Koperasi dan UKM berjalan sesuai dengan yang diharapkan, dipandang perlu untuk mengadakan Evaluasi Perkembangan Sentra Komoditas Unggulan.
|
|||
|
|||