|
Kajian Permodalan Usaha Kecil (UK) Sektor Industri di Kota Pontianak |
|||
ABSTRAK |
|||
|
Masalah permodalan, yang seringkali dilihat sebagai faktor penghambat dalam pengembangan Usaha Kecil, sebenarnya dapat diatasi dengan mengakses lembaga keuangan (bank dan non bank). Untuk mendukung akses ini, suku bunga perbankan sebaiknya dibuat rendah sehingga kredit untuk UK menjadi lebih murah. Di samping itu, prosedur kreditpun sebaiknya disederhanakan menjadi lebih mudah dan pencairan kreditpun menjadi lebih cepat. Pihak bank juga sebaiknya menginformasikan standard proposal pengajuan kredit yang sesuai dengan kriteria perbankan. Di samping itu, pihak perbankan juga sebaiknya merumuskan kembali kriteria kelayakan Usaha Kecil agar jumlah kredit yang disetujui sesuai dengan kebutuhan Usaha Kecil. Yang menjadi masalah adalah walaupun langkah-langkah sebagaimana diuraikan diatas telah dilaksanakan akan tetapi ternyata pada tahun 2003 pencairan kredit untuk UK masih sangat rendah, yaitu hanya 63% dari scheme credit yang dialokasikan untuk UKM sebesar Rp. 42 trilyun (Kompas, 11 Februari 2004 ). Mengingat kondisi seperti tersebut diatas penelitian ini ingin mengungkap berbagai kendala dalam pemenuhan modal UK di Kota Pontianak, khususnya dalam mengakses sumber / alternatif penambahan modal melalui lembaga keuangan baik bank maupun non bank. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Hambatan-hambatan yang dihadapi UK Sektor Industri di Kota Pontianak dalam memanfaatkan fasilitas perbankan diantaranya adalah:
|
|||
|
|||