PENGEMBANGAN SISTEM TEKNOLOGI BUDIDAYA IKAN KERAPU MACAN     (Epinephelus fuscoguttatus)  SECARA KOMPREHENSIP BERBASIS LOKALITAS        SULAWESI  SELATAN

 
 

ABSTRAK

 

Penelitian ini dirancang untuk menetapkan sistem dan teknologi produksi benih ikan kerapu macan yang berkualitas, tepat guna dan terjangkau oleh petani, produksi ikan kerapu macan berukuran konsumsi yang efisien dan berdaya saing, mengembangkan sistem pemasaran yang sejalan dengan ekonomi kerakyatan masyarakat, serta sebagai alternatif pemanfaatan pembenihan udang windu skala rumah tangga dan pertambakan rakyat yang terlantar atau tidak produktif.

Pada penelitian tahap pertama dilakukan pemberian pellet lokal yang diperkaya, jembret, jembret yang diperkaya dengan Chlorella sp., dan pakan impor terhadap larva ikan kerapu macan.  Pada tahap kedua ikan kerapu macan stadia sarmulla mendapat perlakukan pellet, pellet dan ikan rucah, ikan mujair hidup dan ikan rucah. Untuk mengetahui sistem pemasaran dilakukan wawancara dengan masing-masing pelaku pemasaran yang terlibat pada tata niaga ikan kerapu di Sulawesi Selatan.

Pemberian jembret terhadap larva ikan kerapu macan menghasilkan pertumbuhan mutlak (2,434 g) dan pertumbuhan panjang (5,93 cm) tertinggi dan biaya produksi (Rp. 294/cm) terendah. Sintasan pada perlakuan pemberian jembret (69,60 %) tidak berbeda nyata dengan pemberian jembret yang diperkaya dengan Chlorella sp (69,69 %). Kedua perlakuan tersebut menghasilkan daya tahan larva yang sama (85 %) dan efisiensi pakan yang relatif sama (0,36). Hasil pemeriksaan terhadap infeksi patogen ditemukan adanya infeksi Vibrio sp., Aeromonas sp. dan Flexibakter sp. pada ikan kerapu macan yang diberi jembret.

Secara keseluruhan pemberian pellet dan ikan rucah memberikan hasil yang terbaik pada sintasan (100 %), pertumbuhan mutlak (201,00 g), pertumbuhan panjang (4,73 cm) dan konversi pakan (1,80).  Perlakuan pemberian ikan mujair hidup menghasilkan sintasan (100 %), pertumbuhan mutlak (192,00 g) dan pertumbuhan panjang (3,40 cm) yang secara statistika tidak berbeda nyata  dengan pemberian pellet dan ikan rucah. Pemberian ikan mujair hidup menghasilkan efisiensi pakan (0,37) dan skor rasa (9,0) yang terbaik dibanding perlakukan lainnya.

Jaringan pemasaran ikan kerapu macan (nelayan-pedagang pengumpul-eksportir-buyer-konsumen akhir) relatif panjang, tidak efisien serta tidak peka terhadap isu destructive fishing dan illegal fishing. Pada sistem pemasaran yang berlaku, margin pemasaran terendah (26,92 – 29,09 %) diperoleh oleh nelayan.

Direkomendasikan penggunaan jembret untuk produksi larva dan pemberian ikan mujair hidup untuk kegiatan pembesaran ikan kerapu macan. Pembenihan ikan kerapu macan skala rumah tangga difokuskan untuk memproduksi larva ikan kerapu macan stadia D30 – D60. Pembenihan skala industri diarahkan pada penyediaan telur dan larva ikan kerapu macan stadia D30. Pemberian ikan rucah dalam keadaan hidup direkomendasikan untuk budidaya di tambak dan KJA. Untuk meningkatkan efisiensi budidaya ikan kerapu macan di tambak maupun KJA direkomendasikan penerapan segmentasi kegiatan budidaya.  Sistem pemasaran ikan kerapu macan perlu ditata ulang dengan penekanan pada penanggulangan destructive fishing dan illegal fishing, penghapusan mekanisme biaya tinggi serta penyediaan informasi pasar yang seluas-luasnya bagi nelayan.

 
 
 

Informasi Lebih Lengkap,  Anda dapat menghubungi :

Kantor Balitbangda Provinsi Sulawesi Selatan,

Jalan urip Sumoharjo No. 269, Gedung G, Lantai III - IV
e-mail :
balitbangda@litbangda-sulsel.go.id
Telp. +62 411 436937
Fax. +62 411 436934
Contact Person :   Kepala Sub Bidang Inventarisasi dan Publikasi