Home
Tentang Kami
Hasil Kajian
Hasil Kajian Daerah
Informasi Koperasi & UKM
Web Deputi VII
Kerjasama Portal
e-Kliping
SME-Coop e-Book
Komunikasi
Link
Pemeringkatan Koperasi
Aplikasi DSS Feasibility Study
UKM Potensi Ekspor
Informasi ACFTA
Kebijakan & Informasi Pembiayaan Bagi KUKM
Kebijakan & Informasi Program Kewirausaha
Teknologi Tepat Guna

SME-COOP e-Book

Buku tentang Perkoperasian dan Usaha Kecil Menengah

   

Daftar isi

BERLAYAR MENGARUNGI SEJUTA TANTANGAN

Koperasi di Tengah Lingkungan yang Berubah

 

Stereotipe lembaga koperasi masih berkumandang di berbagai kalangan. Tudingannya pun sungguh tidak mengenakkan karena Koperasi dinilai sebagai lembaga ekonomi yang hampir gagal, tidak efisien dan tidak bisa bersaing. Bahkan sebagai sarang Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN). Semua cemoohan tersebut kadang dapat membikin hati panas kalangan insan yang serius membangun koperasi.

Hujatan yang tidak menyenangkan itu agaknya dapat dimaklumi, karena sejarah perkoperasian kita sarat dengan perjalanan traumatik dari sebuah impian tentang kesejahteraan ekonomi rakyat.

Di masa penjajahan, sosok koperasi berperan sebagai alat kekuasaan yang menekan rakyat. Pada jaman pendudukan Jepang, koperasi dimanfaatkan oleh Pemerintah Jepang untuk membantu distribusi logistik, tetapi juga untuk memungut pajak dengan cara paksa yang terkadang perlakuannya tidak manusiawi. Sehingga menimbulkan antipati masyarakat terhadap koperasi. Suasana traumatik terhadap koperasi masih melekat hingga jaman kemerdekaan, sehingga saat itu kampanye terhadap pembangunan ekonomi rakyat melalui koperasi terasa sangat berat "bagaikan menjual kue yang telah basi".

 

 Kembali

  Copyright © smecda 2009